PInter
Temanku Jadi Kenek

Oleh: Tungky (Bobo No. 21/XXIX)


Aku punya teman yang berasal dari Sumatera Utara. Namanya Poltak. Anaknya lucu dan logat bataknya masih kental sekali. Poltak memang belum lama tinggal di Jakarta. Dia juga pemberani. Sekarang ia duduk di kelas 1 SMP, tinggal bersama paman yang dipanggilnya "Tulang".
Suatu hari Poltak bercerita, kalau dia pernah menjadi kenek Metro Mini. Aku terheran-heran mendengarnya.
"Begini ceritanya! Waktu aku naik metromini, supirnya ngomel sendiri dalam bahasa Batak. Rupanya, keneknya bertengkar dengan polisi lalu lintas, kemudian kabur tak kembali. Akibatnya, tak ada yang bisa menarik ongkos penumpang," cerita Poltak dengan logat Batak-nya. "Lalu dengan bahasa Batak aku menawarkan diri menjadi kenek! Si Sopir senang sekali. Aku tarik ongkos penumpang satu-satu. Kadang sambil berteriak-teriak menunjukkan arah Metromini itu. Pokoknya seru sekali!" katanya bersemangat sekali.
"Kamu tidak malu, Tak?" tanyaku keheranan.
"Mengapa pulak malu, aku tidak mencuri!" jawabnya matap.
"Kalau ketahuan teman atau guru bagaimana?" tanyaku lagi.
"Tak ada urusan, mengapa rupanya?" ia malah balik bertanya dengan logatnya yang khas.
"Kalau ada teman yang mengejek, apa tidak marah?"
"Biar saja, mengapa pulak marah?",jawabnya yakin.
"Ala…. mak, kau ini balik tanya terus!" aku akhirnya ikut berlogat Batak. Kami berdua tertawa terbahak-bahak.
"Lalu, kau dapat uang berapa?" tanyaku. .
"Ah, kau ini. Supir itu memang memberi uang, tapi kutolak. Aku kan hanya menolong!" jawab Poltak.
Ah, Poltak memang luar biasa , pikirku. Tidak semua anak bisa dan mau mengerjakan pekerjaan itu.
"Ah, aku ingat sekarang! Aku punya pengalaman lucu!" ujarnya lagi. "Aku pernah makan di warteg. Setelah itu aku ke WC umum. Di pintunya ada tulisan 'Harap Nyanyi'. Aku jadi heran! Biasanya kan ada tulisan 'Harap Ketuk' atau 'Laki-Laki' atau 'Wanita'!" katanya serius dengan mimik lucu.
"Lalu, mengapa tulisannya aneh begitu?" tanyaku tak sabar.
"Setelah kutanya, ternyata kalau ada suara orang bernyanyi, itu artinya ada orang di WC. Ditulis begitu, sebab pintu WC-nya rusak, tak bisa ditutup!"
"Hahaha…." kali ini tawaku lebih keras dari yang tadi. Poltak, Poltak! Dia memang lucu sekali!!.


Mundur satu
halaman !

Mundur

Diambil dari Majalah Teman Bermain dan Belajar.

Pacific Internet | Site Map | Search | Kotak Saran


copyright © 1998 PInter Indonesia.